BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

11.4.14

"Heart" dan "Hati", Benarkah?

Pernah dengar kata 'heart'? Ya, kata dalam Bahasa Inggris ini sudah sangat umum kita temukan dari bermacam sumber. Karena Bahasa Inggris, tentunya kata ini sering ditemukan pada film, lagu, ataupun series yang berasal dari barat. Barat maksud saya di sini adalah western (Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara lain dengan English sebagai bahasa nasional). Lalu, apa yang umumnya terjadi setelah kata ini diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia? Ya, artinya akan berubah menjadi 'hati'.

a heart tree

'Hati' sering digunakan sebagai terjemahan dari 'heart'. Hal ini biasanya ditemukan saat mencari subtitle film dan terjemahan lirik lagu. Tidak hanya itu, terjemahan secara umum juga sering menggunakannya. Google translate saja seperti itu kok :D

 Google Translate

Sepertinya memang tidak ada yang aneh. Namun, saya kadang kepikiran hal tidak penting gara-gara dulu saat pertama kali tahu terjemahan untuk kata 'heart' adalah 'jantung'. Iya, dari jantung ke hati memang beda jauh. Yang saya yakin, buku-buku medical tentunya tidak akan menerjemahkan 'heart' menjadi 'hati' karena bisa fatal akibatnya. Laman Heart di Wikipedia saja bahasannya tentang jantung :)

Wikipedia

Nah, kalau memang kurang cocok, kenapa terjemahannya masih dipakai? Hal ini mungkin lebih mengacu ke konteks bahasa masing-masing. Kalau kita nonton film atau ndengerin lagu western, kata 'heart' sering ada ketika membicarakan apa? Perasaan, 'kan? Gampangannya kalau misal temanya tentang romansa, saat ada perasaan baru yang muncul, pengaruh paling utama pasti ke jantung. Mereka menyinggung tentang heartbeat, jantung berdetak lebih cepat, atau apapun itu namanya. Lalu, apa yang terjadi dengan hati? Tidak ada, hati masih melakukan proses detoksifikasi seperti biasa.

Dalam bahasa Indonesia, hati adalah kelenjar terbesar di dalam tubuh. Itu tadi penjelasan kalau artikel kesehatan sih. Nyatanya, kata 'hati' digunakan orang Indonesia berhubungan dengan perasaan. Pernah dengar istilah 'sakit hati'? Itu ungkapan yang digunakan kalau orang perasaannya lagi sedih, kecewa, marah. Bukan orang lagi kena penyakit hepatitis, BUKAN. Senang, terkejut, berdebar, dan emosi-emosi lain yang ada pada manusia ujung-ujungnya akan dihubungkan dengan hati dalam Bahasa Indonesia. Padahal, kita tahu kalau fungsi kerja hati tetap normal-normal saja.

Di film, saat seorang tokoh mengenang seseorang, kurang lebih dia akan berkata, "Dia masih ada di dalam sini", sambil menunjuk rongga dada sebelah kiri. See? Itu letak jantung. Dalam arti lain, yang orang itu coba katakan adalah, "Dia masih di hatiku", "Dia masih membayangi perasaanku", dan hal-hal lain yang berkutat dengan perasaan. Akan terasa aneh jika dalam Bahasa Indonesia seseorang bilang "Hatiku sakit" sambil memegang perut sebelah kanan tempat hati  sebenarnya.

this heart shape,
looks more like a 'jantung'

Tulisan ini cuma dibuat sebagai pengingat kalau 'heart' tidak hanya diartikan sebagai 'hati'; dan 'hati' tidak lantas diartikan sebagai 'heart' karena 'liver' juga bisa. Tergantung konteks saja, karena salah arti bisa jadi salah paham :)
Sudah lama saya ingin menulis tentang ini, tapi selalu terlupakan. Ini adalah laman tulisan yang masih kosong dan akhirnya tidak terpakai ~

No comments:

Post a Comment