BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

4.2.15

Internet dan Televisi


Saat semester 7 kemarin, saya gak pulang dari mulai FRSan sampai akhir perkuliahan. Biasanya yang lalu-lalu itu saya pulang ke rumah paling tidak sekali selama perkuliahan. Sepertinya intensitas pulang semakin berkurang seiring bertambahnya semester, haha. Kayaknya mulai semester 6 deh gak pulang di tengah perkuliahan. Selain karena tidak ada hari libur yang pas, saya kebetulan memang sedang tidak bisa pulang kampung. Lah emang hari libur sebegitu sedikitnya sampai gak bisa? For your information aja, ada kok hari libur, tapi saya tipe-tipe yang males kalau cuma sebentar kayak 2-3 hari. Selain capek di jalan, pasti ada rasa aras-arasen habis libur sejenak di rumah terus harus kembali kuliah lagi.


Saya sudah pulang dari beberapa minggu lalu buat liburan. Yah, akhirnya bisa ketemu TV lagi. Waktu ganti-ganti channel, banyak iklan program-program baru yang berbeda dan belum saya tahu. Misal RCTI, dengan iklan 2 drama Korea yang berbeda. Tumben sih, karena yang biasanya menayangkan serial seperti itu kan Indosiar, secara stasiun TV yang menjadikan drama Korea populer di Indonesia. Kalau untuk acara Indosiar sendiri saya kurang tahu, karena sambungan TV di rumah sedang tidak bisa akses channel tersebut.

Sudah dari 1,5 tahun lalu saya lebih terbiasa untuk menonton beberapa drama dari laptop. Jadi, saat mendengar suara para pemain yang di-dubbing itu rasanya agak aneh. Banyak situs yang menyediakan layanan untuk download serial-serial seperti itu dengan update yang cepat. Misalnya kemarin malam ada suatu drama Korea yang sedang tayang di negara asalnya, hari ini juga file video serta English subtitle sudah bisa diunduh dan dinikmati. Mungkin beberapa jam setelahnya para subber Indonesia sudah selesai untuk menerjemahkan beberapa versi dari bahasa Inggris tersebut. Seriously, tidak perlu menunggu DVDnya keluar di Indonesia. See? Internet telah berkembang sampai sejauh ini.

Selama liburan ini saya masih jarang menonton TV. Kalaupun nonton, biasanya lihat siaran ulang acara talkshow di TV NET, TV Champion MNC, atau On The Spot Trans7. Karena tidak tahu jadwal acara TV, jadinya saya browsing di internet sebagai pengisi waktu. Kemudian kepikiran bagaimana kerja keras tim kreatif stasiun TV untuk membuat program hiburan. Tentu saja, mereka tidak mungkin cuma menayangkan berita atau sinetron, ada acara lain sebagai selingan. Hal tersebut pasti cukup sulit mengingat internet adalah suatu paket lengkap untuk entertainment. Mau download lagu, film, TV show luar negeri, drama, streaming video, semua bisa. Masyarakat pun perlahan beralih menggunakan gadget yang lebih modern sebagai alat elektronik hiburan.


Tak dapat dipungkiri bahwa transfer dan penyebaran data melalui internet sudah banyak sekali, entah itu legal ataupun tidak. Tidak hanya data, informasi juga tersebar luas dengan cepat melalui internet. Portal berita daring menjamur di mana-mana, belum lagi stasiun televisi yang membuat versi online program berita mereka ke dalam suatu situs. Surat kabar konvensional pun mulai tidak begitu menarik bagi kalangan muda karena mereka bisa membaca berita hanya dengan sekali klik.

Merajalelanya kegunaan internet tak lantas membuat surat kabar harian sepi peminat. Bapak dan ibu saya lebih suka menonton berita dari TV atau membacanya di koran. Ya, kalangan usia tertentu masih menggunakan cara yang sudah ada karena terbiasa. Teringat ketika saya kelas 3-4 SD juga beberapa kali membeli majalah dan tabloid anak-anak hanya karena halaman sampulnya yang memuat artis-artis cilik telenovela terkenal kala itu. Saya tidak tahu perkembangan dari majalah dan tabloid tersebut saat ini. Yang pasti, generation gap memberi pengaruh pada perilaku masyarakat.

Internet, televisi, ataupun media cetak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilik media sudah semestinya memahami kode etik apa saja yang berlaku. Penulisan berita yang tidak sesuai fakta akan berakibat fatal karena seseorang bisa saja hancur karena ulah media.

No comments:

Post a Comment