BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

6.4.15

Good Season


How's the weather?

Saya merasa cuaca panas kembali menyengat akhir-akhir ini. Tapi karena Indonesia bukan negara 4 musim, we can't call it summer.




Saat SD dulu, kita mendapat materi pada pelajaran Geografi jika ada 2 macam musim di Indonesia, musim kemarau dan musim hujan. Musim kemarau terjadi karena adanya angin muson timur yang membawa sedikit uap air (April - September), sedangkan musim hujan terjadi karena bertiupnya angin muson barat yang membawa uap air lebih banyak (Oktober - Maret). Namun, patokan waktu ini terkadang kurang relevan karena hujan bisa turun kapan saja.
Ketika angin muson timur bertiup, matahari cenderung berada di bagian selatan bumi. Sebaliknya, angin muson barat bertiup saat matahari di belahan utara bumi. Indonesia berada di khatulistiwa, karena itulah daerah ini selalu mendapat sinar matahari yang cukup tidak peduli kapan waktunya. Indonesia beruntung karena dikelilingi perairan, menjadikannya negara beriklim tropis basah dengan curah hujan tinggi pada waktu tertentu, bukan tropis kering.

Perputaran cuaca yang akan saya tulis setelah ini lebih berpacu pada apa yang terjadi di negara 4 musim dan kaitannya dengan gerak semu matahari. Tentang kapan panas terasa sangat menyengat, dan kapan cuaca menjadi lebih bersahabat...


Kita telah mengetahui bahwa selama bumi berevolusi, planet ini mengalami kemiringan 23,5 derajat pada sumbu rotasinya. Inilah yang menyebabkan terjadinya 4 musim pada negara beriklim sedang. Saat sinar matahari condong ke utara, bagian selatan bumi mengalami musim dingin. Hal yang sama juga terjadi pada belahan bumi utara saat sinar matahari condong ke selatan. Peristiwa ini tidak hanya berpengaruh pada musim, tapi juga lamanya waktu siang dan malam. Perbedaan waktu siang dan malam yang lebih ekstrim terjadi pada daerah beriklim dingin di lingkar kutub. Sekali lagi, Indonesia beruntung karena terletak di khatulistiwa. Perubahan periode siang dan malam tidak terlalu kentara karena sinar matahari selalu sampai sepanjang tahun.

 Laman Musim di Wikipedia Bahasa Indonesia

Pergerakan bumi dan 4 musim ini sering saya jadikan patokan mengenai cuaca. Bukan tentang hujan akan turun atau tidak, tapi lebih kepada hawa panas menyengat sehari-hari. Misalkan sekitar bulan Juli yang notabene musim kemarau, saya merasa air di kamar mandi cenderung lebih dingin. Temperatur udara juga tidak terlalu panas pada hari-hari tertentu. Saya mengingatnya karena bulan tersebut bertepatan dengan tahun ajaran baru sekolah. Selain itu, belahan bumi utara sedang musim panas ketika bulan Juli, sehingga sinar matahari tidak terlalu terik di khatulistiwa. Hal yang sama juga pernah saya rasakan di bulan Januari. Air kamar mandi akan menjadi lebih dingin, apalagi jika hari itu sedang hujan.

Sinar matahari akan tercurah banyak di khatulistiwa jika belahan bumi utara mengalami musim semi dan belahan bumi selatan mengalami musim gugur. Hal sebaliknya juga berlaku ketika bagian utara sedang musim gugur dan bagian selatan sedang musim semi. Dua periode itu terjadi sekitar bulan Maret - Mei dan September - November. Dengan begini siap-siap saja dalam beberapa bulan ke depan mungkin terasa udara panas menyengat yang menjalar sampai ke tembok-tembok.

Letak geografis Indonesia di khatulistiwa ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Di tulisan bagian atas tadi saya sebutkan beberapa keadaan yang menguntungkan Indonesia, berharap supaya saya sendiri bisa bersyukur dengan iklim yang telah terancang ini. Ingin merasakan nuansa berbeda seperti di negara 4 musim tentu saja wajar, bahkan saya sendiri juga begitu. Namun saat sedang kesal, terkadang manusia tanpa sadar menyalahkan hal-hal yang sudah seharusnya terjadi, tak terkecuali cuaca.


Entah hujan turun atau panas terik, semua itu adalah musim yang baik. :)

No comments:

Post a Comment